Pengalaman Perpanjangan Paspor di Kantor Imigrasi Depok

Saya sudah lama memiliki Paspor, namun karena merasa jarang digunakan maka saat masa berlakunya habis paspor tersebut tidak saya perpanjang. Masa berlaku Paspor saya tersebut sampai dengan November 2011, jadi sudah kadaluarsa hampir 6 tahun hehe..

Namun berdasarkan informasi yang saya dapat, seberapa lama pun kadaluarsanya Paspor masih bisa diperpanjang karena semua data-data kita (identitas diri, orang tua dan data biometrik) masih tersimpan di database Imigrasi. Jadi jangan coba-coba mengaku kita belum pernah memiliki paspor sebelumnya, karena pasti akan ketahuan oleh sistem komputer Imigrasi hehe. Lalu bagaimana misalnya kalau Paspor tersebut hilang?Jangan khawatir, tinggal buat laporan kehilangan ke Kantor Polisi dan bawa surat keterangan dari kepolisian tersebut sebagai lampiran permohonan perpanjangan Paspor.

Alhamdulillah, meskipun sudah lama kadaluarsa tapi Paspor masih saya simpan dengan baik. Namun ada masalah lagi, KTP saya adalah KTP Kalimantan Selatan apakah saya harus perpanjang Paspor ke Kantor Imigrasi Banjarmasin?Terbayang waktu dan biaya yang tersita untuk mengurusi ini apabila harus bolak-balik ke Banjarmasin sementara domisili saya sekarang di Depok. Alhamdulillah lagi, berdasarkan keterangan yang saya dapat, kita dapat membuat/memperpanjang Paspor di Kantor Imigrasi mana saja. Namun untuk itu mohon disiapkan surat keterangan yang menerangkan kenapa kita membuat Paspor bukan di Kantor Imigrasi sesuai domisili KTP.

Nah berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk memperpanjang Paspor di Kantor Imigrasi, dalam hal ini di Kantor Imigrasi Depok. Proses dan biaya perpanjangan paspor sama dengan proses dan biaya membuat Paspor baru.

  1. Siapkan semua Dokumen pendukung, yaitu:
    1. Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sah dan masih berlaku;
    2. Kartu Keluarga (KK);
    3. Akta kelahiran atau akta perkawinan atau buku nikah atau ijazah SD/SMP/SMA (tercantum nama orang tua); ==> Pilih salah satu saja, dalam hal ini saya menggunakan Akta Kelahiran.
    4. Paspor lama;
    5. Surat Keterangan dari Kantor saya yang menyatakan bahwa saya saat ini sedang menjalani tugas belajar di UI; ==> Karena KTP saya Kalimantan Selatan maka perlu Surat Keterangan ini.
    6. Materai Rp. 6000 sebanyak 1 (satu) buah.
  2. Semua dokumen No. 1 sd 5 di atas di foto copy dalam kertas A4. ==> tips: Agar dari rumah sudah disiapkan seluruh copy dokumen dan materai, karena apabila foto copy di Foto Copy Koperasi Kantor Imigrasi Depok akan sangat lama dan panas (banyak pemohon Paspor yang tidak lengkap copy dokumen/bawa materai sehingga antri cukup panjang). Untuk KTP dicopy dalam 1 halaman (depan dan belakang di copy dalam 1 halaman). Dokumen asli No. 1.1 sd 1.5 di atas HARUS dibawa.
  3. Datang sepagi mungkin (jam buka mulai pukul 07.30), saya datang sekitar pukul 08.30 dan pemohon yang sudah datang duluan bejibun.
  4. Masuk Kantor Imigrasi melewati Pos Security, nanti kita mengambil Form Isian di situ (ada 2 formulir yang harus kita lengkapi yaitu formulir data diri dan formulir pernyataan, biaya formulir GRATIS). Selanjutnya akan diarahkan oleh petugas Security untuk duduk di Antrian. Kita isi dengan lengkap seluruh formulir sambil menunggu giliran untuk dilakukan verifikasi dokumen oleh Petugas. Di dalam formulir itu ada data tempat dan tanggal lahir Ibu dan Bapak kita, jadi sebelumnya pastikan kita sudah memiliki data tersebut ya..
  5. Setelah menunggu sekitar 1 jam akhirnya giliran saya menuju loket Verifikasi Data. Serahkan seluruh dokumen Asli dan Copy kepada petugas untuk diverifikasi. Waktu itu saya ditanya petugas kenapa KTP Kalimantan Selatan tapi koq memperpanjang Paspor di Depok. Itulah gunanya dokumen 1.5 di atas 🙂 Setelah dinyatakan lengkap dan sesuai kita akan difoto dan diberikan satu buah Map berisi dokumen pendaftaran kita beserta nomor antrian dan kartu tamu. Biaya GRATIS.. IMG_2097
  6. Menuju ke dalam Ruang Tunggu untuk dipanggil wawancara, pengambilan data biometrik dan foto. Karena dapat antrian nomor besar maka saya harus menunggu sekitar 2,5 jam untuk dipanggil wawancara. Dan kebetulan hari itu adalah hari Jumat sehingga proses di Kantor Imigrasi dihentikan untuk memberi kesempatan melaksanakan ibadah sholat Jumat. Break dimulai pukul 11.30 sampai dengan 13.00IMG_2099
  7. Setelah tiba nomor antrian kita dipanggil ke Ruang Foto dan Wawancara. Proses wawancara berjalan dengan singkat, intinya ditanya tujuan perpanjangan Paspor dan verifikasi identitas diri kita. Selanjutnya diambil data biometri (sidik jari) dan foto. Selanjutnya kita diberi dua buah formulir, yaitu formulir pengantar pembayaran biaya Paspor ke Bank/Kantor Pos dan formulir pengambilan Paspor.WhatsApp Image 2017-05-07 at 08.39.00
  8. Pembayaran dapat dilakukan di Bank atau Kantor Pos dengan menyerahkan formulir pengantar pembayaran biaya Paspor ke petugas teller Bank/Kantor Pos. Atau dapat pula dilakukan melalui ATM atau mobile banking dengan memasukkan kode bayar yang tercantum di formulir pengantar pembayaran biaya Paspor tersebut (pilih menu pembayaran Pajak).
  9. Simpan slip bukti pembayaran. Bukti pembayaran tersebut dilampirkan di formulir pengambilan Paspor yang akan kita gunakan untuk mengambil Paspor setelah 3 hari kerja kemudian.
  10. Selesai.

Demikian pengalaman saya saat mengurus proses perpanjangan Paspor di Kantor Imigrasi Depok tempo hari. Kesan yang saya peroleh adalah:

  • Proses transparan, cepat dan tidak berbelit-belit (dengan catatan semua data kita lengkap);
  • Ruang tunggu cukup nyaman;
  • Petugas pelayanan, mulai dari Petugas Security, Petugas Verifikasi Dokumen, Petugas Wawancara dan Pengambilan Data Biometrik mengerjakan tugasnya dengan baik dan ramah. Tidak ada kesan dipersulit;
  • Tidak ada biaya siluman/pungutan liar/tambahan/dll. Semua biaya yang kita keluarkan 100% sesuai ketentuan.

Intinya adalah pelayanan Kantor Imigrasi Depok adalah pelayanan prima dan ekselen.. 🙂

Berikut ini suasana Ruang Tunggu:

IMG_2103

Daftar Menu, hehe:

IMG_2101

Katanya antrian dapat dicek online atau lewat SMS, namun waktu saya coba lewat sms ga bisa, kayaknya sedang ada pembenahan sistem IT:

IMG_2102

Iklan

Welcome to Depok @Cagar Alam TH

Alhamdulillah,
Setelah pencarian sekalian lama akhirnya menemukan rumah tinggal yang sekiranya hemat saya cukup nyaman dijadikan tempat tinggal.
Tepat di seberang Taman Hutan Raya Jalan Cagar Alam Raya Depok yang masih dipenuhi aneka tanaman menghijau sehingga udara dan air tanah masih terasa sejuk dan segar.
Mulai 04 Januari 2017 mulai menjadi warga Depok, semoga berkah dan diridhai Gusti Allah..

IMG_0852

Optimasi Rute Mudik Kereta Api Jakarta ke Yogyakarta

Alhamdulilah, tidak terasa sudah 1 bulan saya menjadi warga ibu kota untuk menjalani tugas belajar mengambil gelar master di Universitas Indonesia. Karena sementara ini banyak waktu luang (kuliah dihabiskan Rabu sd Kamis) maka hampir tiap minggu saya mudik ke Jogja. 

Sebetulnya banyak alternatif moda transportasi yang dapat dipilih: pesawat, kereta api atau bus. Namun saat ini saya lebih sering memilih menggunakan jasa kereta api karena selain lebih murah dibanding pesawat juga pelayanan PT Kereta Api Indonesia saat ini sudah cukup baik. 

Yang menjadi masalah buat saya sebetulnya adalah pemilihan jadwal kereta nya. Tidak bisa ambil jadwal Kamis malam karena kegiatan kuliah saya sampai dengan jam 22 sementara kereta api terakhir tujuan Yogyakarta berangkat pukul 22 (Senja Utama Solo). Kalau ambil kereta api Jumat pagi (Fajar Utama, Argo Dwipangga atau Taksaka Pagi) maka pasti akan melewatkan ibadah sholat Jumat. Mau ambil kereta api Jumat sore atau malam (Bima, Gajayana, Senja Utama, Argo Lawu atau Taksaka Malam) maka akan rugi waktu 1 hari. Untuk itu saya mencoba melakukan optimasi pemilihan rute yang bisa mengakomodasi semuanya (ibadah sholat Jumat dan waktu yang tidak terbuang) sebagai berikut:

  1. Ambil kereta Kutojaya Utara rute Pasar Senen tujuan Purwokerto. Kereta ini berangkat dari stasiun Pasar Senen pukul 05.30 dan tiba di stasiun Purwokerto pukul 10.50. Masih ada spare waktu 40 menit masuk ke waktu Dhuhur. Sholat Jumat dapat dilakukan di masjid dekat stasiun Purwokerto. Oya, Kutojoyo Utara adalah kereta api kelas ekonomi dengan harga tiket Rp. 110.000, tapi jangan takut naik kereta kelas ekonomi ya karena kereta api kelas ekonomi sekarang jauh berbeda dengan jaman saat saya masih kuliah dulu dimana udah panas penumpang ditumpuk seperti ikan sarden dan pedagang asongan bebas keluar masuk menjajakan dagangannya. Sangat tidak nyaman. Kalau sekarang gerbong ber-AC, penumpang dapat tempat duduk masing-masing dan tidak ada pedagang yang mengganggu. Cukup nyaman. Makanan di resto kereta ini juga lumayan enak lho. 
  2. Ambil kereta Purwokerto tujuan Yogyakarta, ada 2 pilihan terbaik: Argo Dwipangga berangkat pukul 12.58 tiba 15.35 atau Taksaka Pagi berangkat pukul 14.00 tiba di Yogyakarta 16.32. Keduanya adalah kereta kelas eksekutif dengan harga tiket antara Rp. 195.000 sd Rp. 285. 000 tergantung sub kelas yang tersedia. 

Sebenarnya kalau mau melanjutkan dengan kereta kelas ekonomi juga bisa yaitu kereta Gaya Baru namun harus menunggu  sampai pukul 16.15 atau bisa juga melanjutkan dengan bus atau Travel yang banyak tersedia. Namun berdasarkan penelitian saya (belum dibuktikan)  jadwal Travel Purwokerto tujuan Jogja tidak ada yang berangkat antara pukul 13 sd 15 sehingga kita tiba di Jogja estimasi sudah malam hari. Sehingga rute terbaik menurut saya adalah seperti di atas. 

Silakan kalau rekan-rekan ada rute atau moda lain yang lebih baik (efisien dan ekonomis yaa) bisa turut dishare sehingga bisa menjadi tambahan referensi buat mudikers Jakarta-Jogja..



(Ditulis di atas kereta api Kutojaya Utara Gerbong 6-22B)

Pengalaman Mengikuti Tes Masuk Magister (S2) UI

Tanggal 31 Juli 2016 yang lalu saya berkesempatan mengikuti ujian seleksi masuk Program Magister (S2) Universitas Indonesia. Berikut ini detailnya mudah-mudahan ada manfaatnya buat rekan-rekan yang hendak mengikuti tes serupa.

  • Akses Lokasi Ujian

Lokasi pelaksanaan ujian di Kampus UI Depok (bukan di Salemba) sehingga bagi peserta dari luar kota sebaiknya sudah berada di lokasi dekat ujian paling lambat H-1 untuk mengantisipasi kondisi lalu lintas yang tentu saja sangat macet. Bagi peserta dari luar pulau Jawa seperti saya ini maka setelah mendarat di Bandara Soekarno Hatta Anda dapat menggunakan taksi atau kalau mau lebih ngirit menggunakan Bus Hiba Utama tujuan Depok dengan ongkos Rp. 60.000. Anda dapat turun di tujuan akhir Terminal Depok atau bisa juga juga di Jalan Margonda yang lebih dekat ke lokasi kampus UI, estimasi waktu perjalanan dari Bandara menuju Depok sekitar 2 – 3 jam.

Banyak penginapan murah meriah di sekitar situ, kalau mau yang hotel mewah juga ada seperti Margo Hotel, Santika Hotel, dll. Minta aja diantar sama tukang ojek atau kalau saya lebih suka menggunakan jasa ojek online (Grab Bike/Go-Jek). H-1 sebaiknya digunakan untuk melihat lokasi ujian untuk dapat mengukur waktu untuk menuju lokasi, saat itu saya menginap di penginapan/guest house di Jalan Margonda dekat Margonda City dan dengan menggunakan jasa Grab Bike lokasi ujian bisa saya tempuh dalam waktu 15 menit.

  • Materi Ujian

UJian dibagi menjadi 2 sesi, yaitu:

  • 07.30 – 09.30 : Test Potensi Akademik (TPA) (Jumlah soal saya lupa, kalau ga salah 120 soal)
  • 10.30 – 12.00 : Bahasa Inggris (jumlah soal 90 soal)

Tips:

  1. Menurut saya materi TPA cukup sulit, terutama soal-soal matematika nya sehingga sangat disarankan Anda banyak-banyak berlatih sebelumnya.
  2. Harap berhati-hati dalam mengerjakan TPA, karena apabila jawaban salah akan mendapat minus 1.
  3. Untuk Test Bahasa Inggris tidak ada bagian listening namun banyak soal-soal structure/grammar dan bacaan yang panjang yang cukup menyulitkan. Namun untuk test Bahasa Inggris tidak ada nilai pengurang untuk jawaban yang salah sehingga sebaiknya kita isi semua.
  4. Siapkan Kartu tanda peserta ujian dan kartu tanda pengenal yang dipakai untuk pendaftaran dulu.
  5. Bawa alat tulis yang cukup (pensil 2B dan karet penghapus), ballpoint untuk tanda tangan daftar hadir dan penggaris kecil untuk menyobek lembar jawaban dari berkas soal.
  6. Jangan membawa peralatan yang tidak perlu atau masukkan ke dalam tas, seperti ponsel, jam tangan, dll. Nantinya semua tas akan dikumpulkan di depan.
  7. Sarapan pagi yang cukup karena test akan cukup menguras energi.
  8. Dan terutama yang pertama jangan lupa berdoa dulu ya 🙂

 

  • Pengumuman Hasil Ujian

Hasil ujian diumumkan 2 minggu setelah pelaksanaan ujian di website resmi penerimaan.ui.ac.id dengan memasukkan No Ujian kita.

S2 UI

Selamat mencoba, semoga berhasil.. 🙂

Kuliner Mudik Lebaran 2016

Setelah sekian lama tidak merasakan berlebaran di kampung halaman, alhamdulilah Lebaran tahun ini bisa dirayakan bersama keluarga besar di kampung halaman Ponjong.

Ponjong merupakan kecamatan paling timur di kabupaten Gunungkidul yang sebelah timurnya berbatasan dengan provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Ponjong terdiri dari 11 kelurahan/desa, salah satunya adalah Kelurahan Ponjong yang merupakan kampung halaman saya. Kelurahan Ponjong sendiri terdiri dari 11 pedukuhan dimana di tempat ini terdapat sumber mata air yang tidak pernah kering yang menjadi sumber air irigasi persawahan dan kolam perikanan masyarakat sekitarnya.

Kembali ke mudik Lebaran, H-2 saya tiba di kampung halaman setelah menempuh perjalanan panjang dari perantauan. Sempat transit selama 6 jam di Surabaya karena tiket penerbangan langsung ke Yogyakarta sudah sold out jauh hari sebelumnya.

Alhamdulilah hari raya Iedhul Fitri dengan segala ritualnya dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan dan kekhidmatan.

Kenangan mudik yang akan saya bagikan adalah pengalaman nostalgia menelusuri Kuliner tempo dulu. Berikut di antaranya:

  • Sate Cemoro Jajar Karang Mojo

Merupakan sate kambing legendaris dari jaman saya masih kanak-kanak. Menu andalannya adalah sate dan tongseng kambing. Pada saat kami ke sana tampak banyak kendaraan dengan plat luar Yogyakarta memenuhi parkiran, ternyata banyak juga yang kepengin bernostalgia di Warung ini. Untuk menikmati 1 porsi tongseng kambing dan teh panas cukup ditebus dengan Rp. 25 ribu, murah dibandingkan di tempat domisili saya di rantau 😊😅

  • Bakso dan Kupat Tahu Adem Ayem

Inilah Warung bakso legendaris di Ponjong, terletak di dekat Kantor Pos/Puskesmas Ponjong. 1 porsi bakso campur dan teh manis dibandrol dengan harga Rp. 16 ribu.

Selain bakso juga tersedia menu kupat tahu.

  • Mie Ayam Bejo

Terletak di kompleks Pasar Ponjong lagi-lagi merupakan Warung Mie Ayam legendaris di Ponjong, dari jaman saya sekolah SMP sering mampir Warung ini.

Saat ini Warung ini dikelola oleh istri Mas Bejo, Mas Bejo sendiri sudah meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. Warung ini khusus menyediakan menu mie ayam saja, tidak ada menu lain. Satu porsi mie ayam dan teh manis dihargai Rp. 12 ribu.

  • Pecel dan Puli Tempe Proliman Ponjong

Buka hanya sore hari saja, jangan sampe terlambat datang karena sebentar saja pasti sudah habis. Sebenernya ada 2 orang yang berjualan menu yang sama yaitu pecel, puli-tempe dan gorengan thontho nya dengan harga murah meriah. Namun yang paling laris dan paling cepat habis yang disebelah kiri.  Kalau kita baru pertama kali datang ke sana insyaallah tidak akan salah pilih, karena dari jumlah pembeli yang mengantri aja sudah sangat kelihatan, yang satu berjubel yang satunya biasa saja malah cenderung sepi.

  • Ikan Bakar Berkah Tirta

Terletak di kelurahan tetangga, tepatnya di dusun Simo II Kelurahan Genjahan, merupakan kolam pemancingan sekaligus rumah makan. Kita bisa memancing di kolam yang tersedia kemudian hasilnya minta dimasakkan di situ atau kalau ga mau repot langsung pesan ikan segar yang tersedia. Saat kesana ikan segar yang siap masak adalah Guramih dengan harga Rp. 10 ribu per ons dan Nila dengan harga Rp. 55 ribu per kg, harga sudah termasuk masaknya. Kita bisa pilih mau digoreng, bakar, masak asam manis dll. Bagi mancing mania juga disediakan kolam pemancingan yang diisi dengan ikan tombro yang besar-besar. Dengan tiket masuk Rp. 35 ribu kita bisa memancing sampai bosan.

Lokasi Berkah Tirta: Simo II, Genjahan, Ponjong, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

https://goo.gl/maps/swh6sygWVuG2

  • Ikan Bakar Sumilir

Terletak di kelurahan Genjahan juga tepatnya di Kerjo, lokasi lebih mudah dicapai karena terletak di pinggir jalan utama Ponjong – Wonosari. Dibanding Berkah Tirta tersedia menu makanan yang lebih beragam, namun untuk tempat menurut saya lebih nyaman di Berkah Tirta. Rasa dan harga makanan menurut saya juga tidak terlalu berbeda. Tempat ini tidak menyediakan tempat pemancingan, khusus rumah makan saja.

  • Bakmi Jowo mbah Pinto

Terletak di Proliman Ponjong sebelah timur. Dari dulu emang juaranya. Belum sempat mampir karena lewat depan warung nampak antrian yang panjang 😅😥

20150507_191833

  • Kicikan

Adalah lauk favorit sarapan saya sampai dengan sekarang. Sayangnya hanya bisa saya dapatkan di Ponjong. Kicikan adalah semacam olahan jerohan dan bagian lain sapi yang dimasak basah tanpa kuah. Rasanya gurih dan uenaaak. Kemaren beli di Pasar Legi Ponjong untuk per porsinya berupa 1 bungkus kecil Rp. 5 ribu. Kicikan dibungkus daun jati.

NEXT. .😎

Catatan perjalanan 22 September 2010..

Seperti halnya telah sering dibicarakan orang, sial itu datangnya seringkali berurutan.. Namun, segala sesuatu yang terjadi pada diri kita pasti ada hikmah di dalamnya, bahkan dari serangkaian kesialan tersebut. Mungkin kesialan yang menimpa diri kita tersebut berupa teguran dari Yang Maha Kuasa pada diri kita karena kita sebelumnya telah berbuat sesuatu yang kurang tepat atau telah melenceng dari tatanan yang telah ditetapkan-Nya. Itulah salah satu hikmah yang dapat kita petik..

Pada minggu ke-4 bulan September 2010 ini saya diperintahkan untuk menjalankan tugas kedinasan di Kantor Induk Banjarbaru Kalimantan Selatan. Perintahnya mendadak, yaitu menjelang hari siang dan arena acara yang harus dihadiri adalah di waktu pagi pada keesokan harinya maka mau ga mau saya harus berangkat hari itu juga.

Jarak Palangkaraya – Banjarmasin sekitar 192 km (menurut Patok Jarak dari Dinas PU), disambung Banjarmasin – Banjarbaru sekitar 35 km sehingga total jarak yang harus ditempuh menjadi 227 km. Umumnya perjalanan  Palangkaraya – Banjarmasin dapat ditempuh dalam waktu sekitar 4 jam, dan Banjarmasin – Banjarbaru sekitar setengah jam. Biasanya saya lebih suka menggunakan mobil pribadi kesayangan (Suzuki Katana 2000) saya daripada menggunakan travel  (umumnya Toyota Innova) ataupun kendaraan dinas (Toyota Hilux). Dengan menggunakan kendaraan pribadi maka mobilitas di Banjarmasin dan Banjarbaru menjadi lebih mudah mengingat biasanya ada saja tempat/teman yang dikunjungi apabila kebetulan harus ke Banjarmasin/Banjarbaru.

Akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB saya meluncur meninggalkan kota Palangkaraya menggunakan Katana kesayangan. Dari arah kota Palangkaraya kondisi jalan raya cukup bagus dan mulus, cuman harus diperhatikan 2 buah tikungan sangat tajam di daerah Bereng Bengkel (masih masuk wilayah Palangkaraya). Tikungan tersebut rawan terjadi kecelakaan, pengendara harus ekstra waspada di kawasan tersebut. Melewati tugu perbatasan wilayah Palangkaraya jalanan menjadi lebih bergelombang dan beberapa lubang menghiasi jalan. Untuk mobil Suzuki Katana yang suspensinya terkenal keras maka kalau sayang mobil maka harus berhati-hati benar dengan lubang jalanan ini.. 🙂 Sekitar 45 menit perjalanan (tepatnya di ruas jalan Bereng Bengkel KM 35) maka kita akan memasuki jalan layang Tumbang Nusa yang panjannya mencapai 7,1 km ! Dulu sebelum dibangunnya jalan layang ini, kawasan ini merupakan daerah rawan banjir. 

(pu.go.id)

Dibangun mulai tahun 2000 dan selesai pada tahun 2006, jalan ini merupakan salah satu prestasi besar pemerintah provinsi Kalimantan Tengah.

Selepas melewati jalan layang ini kita akan melewati beberapa ruas jalan yang aspalnya terkelupas sehingga perjalanan menjadi kurang nyaman. Sekitar 1 jam kemudian kita akan sampai di tempat peristirahatan di daerah Barabai Pulang Pisau. Ada beberapa rumah makan yang menyediakan mushola dan toilet, seperti RM Candi Laras atau RM Pamangkih. Kalau cuman untuk istirahat dan shalat saya lebih suka singgah di mushala Polres Pulang Pisau yang letaknya tidak jauh dari tempat peristirahatan tadi. Kadang saya singgah untuk istirahat kadang juga tidak dan langsung meluncur ke Banjarmasin, tapi kali ini saya singgah di mushala Polres Pulang Pisau untuk menunaikan shalat maghrib-isya (di-jamak). Selepas shalat perjalanan langsung dilanjutkan dan disambut dengan guyuran hujan lebat. Sekitar pukul 19 WIB memasuki kota Kapuas dan kali ini sengaja lewat dalam kota karena ingin singgah makan di RM Pekalongan (masakan kambing). Namun sayangnya warung tutup, entah sudah habis atau memang masih libur lebaran. Terpaksa makan dialihkan ke RM Padang di Jl. Pemuda, masakannya kurang mantap, lebih enak masakan padang yang di tengah kota.

Perjalanan dilanjutkan, dan sekitar pukul 21  WIB (22 WITA waktu Kalimantan Selatan) memasuki kota Banjarbaru. Berhubung hotel langganan sedang penuh (Qorina) terpaksa mutar-mutar dulu cari hotel yang kosong. Akhirnya diputuskan menginap di sekitar kawasan Landasan Ulin dengan pertimbangan kemudahan mobilitas. Baru satu kali menginap di hotel tersebut, dan menurut bincang-bincang dengan salah satu karyawan hotel dapat saya simpulkan bahwa hotel tersebut menjadi tempat check in pasangan mesum yang ingin menuntaskan hasrat, katanya kalau malam minggu hotel pasti penuh. Malam itu kebetulan sepi, saya lihat hanya ada 2 buah mobil tamu parkir. Kamar hotel biasa-biasa aja, kalau cuman untuk istirahat dan mandi aja cukup lah. Mungkin berawal dari menginap di hotel inilah maka serangkaian kesialan datang pada keesokan harinya..

Keesokan paginya, seperti biasanya apabila melakukan perjalanan jarak jauh saya memeriksa kondisi mobil. Tentu kotor dan berdebu, dan ternyata ban depan sebelah kanan kempes. Saya lihat-lihat ternyata ada sekrup kecil yang menancap di ban dan inilah yang membuat kempes. Ga masalah, toh ada ban cadangan. Ban lama dilepas, ban cadangan diambil  dan siap dipasang. Ternyata setelah diperiksa ban cadangan juga kempes..! ini kesialan PERTAMA.

Menuju tempat acara harus pelan-pelan sekali sambil mencari tukang tambal ban, ada beberapa yang sudah buka tapi umumnya tambal ban sepeda motor. Akhirnya di Jl Ahmad Yani KM 29 ketemu tambal ban yang sudah buka. Untuk mengejar biar tidak terlambat mengikuti acara maka mobil terpaksa ditinggal di bengkel.

Acara berlangsung dengan lancar, ada beberapa hal yang membuat saya merasa excited.. Walaupun mungkin ada beberapa pihak yang merasa kurang puas, secara umum saya merasa puas dengan kepemimpinan beliau. Beberapa kali beliau sidak di tempat saya dan saya mendapat kesan yang bagus dan manfaat dari sidak beliau. Dari 2 pemimpin sebelumnya yang saya rasakan, saya rasa sementara ini beliaulah yang terbaik..

Kemudian yang kedua adalah mc acara tersebut. Pada pertengahan acara baru menyadari kalau yang menjadi mc salah satunya adalah adik angkat saya.. Soalnya nampak berbeda dengan kesehariannya, pakai pakaian bak pengantin lagi hehe.. so cute n beatiful, my sis.. 🙂

Lalu yang terakhir adalah selingan pertunjukan kesenian dayak dan banjar, sangat sangat bagus dan menghibur..! Selama ini saya menganggap kesenian daerah adalah sesuatu yang membosankan.

(urangwayau.blogdetik.com)

Tapi setelah melihat semuanya kemarin pandangan saya langsung berubah, rasanya saya semakin betah menjadi warga Kalimantan Selatan dan Tengah..

Ditengah acara yang berlangsung saya sempat mengambil mobil yang diantarkan oleh orang bengkel, juga sempat mengurus administrasi BPKB di kantor SAMSAT Banjarbaru. Mungkin karena begitu terburu-buru makanya pas mau memutar jalan di depan SD Banjarbaru Utara bumper samping kanan mobil menggores batang besi pembatas jalan. Untung hanya bumper besi aja yang tergores, bukan bodi mobil. Walaupun begitu hal ini saya anggap sebagai kesialan yang KEDUA.

Selepas acara ramah tamah dan shalat dhuhur di masjid PLN saya langsung meluncur ke rumah di Balitan yang dikontrakkan ke mahasiswa karena barusan ditelpon sama bapak RT ada hal penting yang akan dibicarakan menyangkut urusan lingkungan perumahan. Sebelumnya akan mengisi bensin di pom bensin dulu, nah saat sampai di pertigaan samping rumah dinas walikota Banjarbaru tiba-tiba mobil mogok kehabisan bahan bakar..! Karena Suzuki Katana masih menggunakan sistem karburator manual maka walaupun tangki bensin sudah diisi,  mesin tidak bisa langsung dihidupkan tanpa dipancing terlebih dulu. Dengan bantuan tukang ojeg yang mangkal tidak jauh dari situ maka akhirnya mesin hidup, inilah kesialan yang KETIGA. Setelah menyelesaikan urusan dengan pak RT saya langsung meluncur ke Banjarmasin untuk mencari flow meter bahan bakar karena ada masalah penghitungan volume bahan bakar di tempat saya.

Singkat kata setelah menyelesaikan segera urusan di Banjarmasin dan mencari oleh-oleh untuk anak-anak di Duta Mall akhirnya langsung meluncur pulang ke Palangkaraya. Alhamdulillah perjalanan lancar dan tidak ada kendala apa-apa, sudah berakhir rangkaian kesialan yang datang beruntun hari itu.. 🙂 sampai di rumah sudah pukul 23.30 WIB, capai dan penat tentu saja, namun perjalanan kali ini cukup membawa kesan. Dengan segala rangkaian kesialan yang menimpa namun juga menemui beberapa hal yang membuat excited saya rasa cukup adil bila saya memberi skor 2:1 untuk kemenangan MENYENANGKAN versus MENYEDIHKAN..

(to be continued)

Sampit: sebuah catatan perjalanan

Begitu pertama kali mendengar kata Sampit pasti yang terbayang di pikiran kebanyakan orang adalah sebuah peristiwa kelam kerusuhan rasial yang berkobar pada awal tahun 2000-an. Begitu banyak darah yang tertumpah dan begitu banyak nyawa yang tercabut, sebagian adalah wanita dan anak-anak, demi alasan perbedaan suku dan asal-usul keturunan. Buku kuduk masih terasa berdiri apabila mengingat foto-foto hasil kerusuhan yang tersebar di internet. Saya tidak mampu membayangkan apabila istri atau kedua anak saya yang menjadi salah satu korban di antaranya. Apa pun akar penyebab kerusuhan tersebut atau siapa yang bersalah di dalamnya, saya mengutuk keras pembantaian terhadap wanita dan anak-anak yang tidak berdosa. Apakah semuanya itu harus diselesaikan dengan kekerasan dan pembantaian? Toh, kita hidup di bumi yang sama, dibawah matahari yang sama, menghirup udara yang sama, apakah kita tidak bisa hidup saling berdampingan, saling menyayangi dan melindungi? Memang nafsu angkara manusia atas bisikan setan lah yang membuat tatanan di dunia ini menjadi rusak..!

Sudah 5 tahun saya tinggal di bumi Kalimantan yang kaya ini. Sudah cukup banyak tempat yang saya kunjungi, mulai Pelaihari, Batulicin, Kotabaru, kota-kota di Banua Enam, Buntok, Muara Teweh, Kapuas dan Palangkaraya. Senang rasanya dapat mengunjungi tempat-tempat tersebut, apalagi memang kesukaan saya sejak dulu adalah menjelajah daerah baru atau tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Dengan mengunjungi tempat-tempat baru tersebut saya bisa belajar tentang keunikan dan perilaku tempat dan masyarakat setempat. Misalnya, saya bisa mengatakan bahwa perilaku masyarakat Banjarmasin dan Bandung banyak terdapat kemiripan. Saya juga berani meyakini bahwa setting kebanyakan film-film India (Bolywood) adalah penuh kebohongan dan menutup-nutupi kenyataan sebenarnya. Yang bisa saya amati langsung dari kota Mumbai pada saat mendapat kesempatan mengunjunginya pada tahun 2006 yang lalu adalah suasana yang timpang, sangat kumuh, semrawut, jorok dan pengap. Sedang yang seringkali kita lihat di film-film tersebut adalah tempat yang indah, penuh wanita cantik dan pria tampan, orang-orang yang berkecukupan dan penuh riang gembira. Sungguh ironis.. Kemudian saya juga bisa membandingkan betapa sangat mudahnya kita menemukan masjid untuk singgah shalat apabila kita melakukan perjalanan di Kalimantan Selatan, dibandingkan apabila kita sedang melakukan perjalanan di Kalimantan Tengah.

Kembali ke Sampit, akhirnya saya mendapat kesempatan untuk mengunjunginya. Berawal dari trip (mati)nya salah satu mesin Pxxxxx (edited) secara beruntun pada saat-saat gawat menjelang PILPRES 2009 membuat Gxxxxx (edited) seperti kebakaran jenggot. Pertemuan darurat segera digelar, dengan salah satu hasil keputusannya adalah Bagian Pembangkitan harus segera mengirim personelnya ke daerah-daerah yang dianggap rawan/krisis daya listrik. Segera dibentuk dua buah tim, dan saya kebagian tim yang bertugas ke Sampit, mendampingi salah satu Senior Engineer. Salah satu masalah yang ada di sana adalah besarnya derating (penurunan daya mampu) mesin pembangkit, diantaranya adalah disebabkan performansi oil cooler yang tidak optimal. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan menambahkan beberapa keping plate heat exchanger dari Unit lain yang tidak terpakai, dan salah satu tugas dari Tim adalah memastikan semuanya dilakukan dengan baik dan lancar. Alhamdulillah, walaupun awalnya ditemui beberapa kendala akhirnya (sampai dengan saat ini) semua berjalan sesuai yang diharapkan. Sungguh menyenangkan dapat berkenalan dengan teman-teman baru di sini, mereka adalah para pekerja keras dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Sebagian besar dari mereka adalah saudara-saudara saya yang hidup dan mencari penghidupan di tempat yang jauh dari tanah leluhurnya, namun mereka mampu membaur dengan baik dengan masyarakat setempat.

Terlepas dari semua itu, ternyata suasana kota Sampit sangat menyenangkan..! How a nice small city.. Kotanya ditata dengan cukup baik, terdapat beberapa ruang publik yang selalu semarak dikunjungi penduduknya untuk bersantai dan menghabiskan waktu di sore hari. Menurut saya kotanya maju, ditandai dengan adanya pelabuhan, bandara, banyaknya perbankan yang membuka cabangnya, banyaknya hotel dan terdapatnya satu surat kabar lokal yang terbit. Bahkan dulunya (sebelum sekarang pindah ke Palangkaraya) Bank Indonesia menaruh kantor perwakilannya untuk provinsi Kalimantan Tengah di Sampit, bukan di ibu kota provinsi! Namun menurut saya, banyaknya sarang walet yang dibangun di tengah kota mengurangi keindahan kota Sampit..

Lebih dari itu, sungguh beruntung saya mempunyai seorang sahabat dan rekan kerja, seorang gadis yang sangat cantik dan ramah, yang menjadi guide online yang hebat. Dia memang produk lokal kota Sampit (hehehe..) dan memang sudah sewajarnya harus mengenal kotanya dengan baik, namun penguasaannya akan detail sangat mengagumkan. Berbekal panduannya, kami dapat mencoba beberapa tempat makan yang memang enak. Namun, yang paling berkesan adalah saat makan di RM Jolodong bu Marwanto. Tempat makannya di pinggiran sungai Mentaya, sungguh romantis.. Es kelapanya sangat enak dengan porsi di luar ukuran normal 🙂 , dan paling istimewa adalah sayur lodehnya, sungguh benar-benar masakan rumahan..! Terasa saya sedang makan masakan ibu di rumah.. How a unforgettable lunch.. Terimakasih dik..

Tak terasa 3 malam waktu berjalan terasa begitu cepat, dan akhirnya kami harus meninggalkan kota Sampit, kota yang penuh kenangan. Capeknya perjalanan selama 8 jam yang harus ditempuh rasanya terlalu kecil dibandingkan kesan dan pengalaman yang didapatkan. Kapan lagi saya bisa menjengukmu lagi? Mudah-mudahan sampai nanti selalu aman dan damai, sehingga bayangan hitam peristiwa di masa silam dapat terkubur dalam-dalam..Berikut ini beberapa foto kenangan saat di kota Sampit:

pintu gerbang kota Sampit dari Pelabuhan
pintu gerbang kota Sampit dari Pelabuhan
Pemandangan saat matahari terbit di Pelabuhan Sampit
Pemandangan saat matahari terbit di Pelabuhan Sampit

Pelabuhan Sampit

Pelabuhan Sampit

Hotel tempat menginap, aman dan nyaman

Hotel tempat menginap, aman dan nyaman

mirasa

Tempat sarapan yang nyaman: nasi pecelnya sungguh enak..

PLTD Baamang, tulang punggung sistem kelistrikan Sampit

PLTD Baamang, tulang punggung sistem kelistrikan Sampit

Rumah makan Bu Murwanto:unforgettable lunch..!

Rumah makan Bu Murwanto:unforgettable lunch..!

Baru tau kalau ada cemilan yang namanya "Mata G0ajah". Menikmatinya di Taman Kota sungguh merupakan cara menikmati sore hari yang sangat menyenangkan..

Baru tau kalau ada cemilan yang namanya “Mata Gajah”. Menikmatinya di Taman Kota sungguh merupakan cara menikmati sore hari yang sangat menyenangkan..