Pengalaman Perpanjang SIM Online di Polresta Depok

SIM (Surat Izin Mengemudi) saya sebentar lagi akan mati. SIM tersebut dikeluarkan oleh Polda Kalimantan Selatan Polresta Banjarbaru karena sebelumnya  KTP dan domisili saya di sana. Sudah satu tahun ini saya pindah domisili ke kota Depok Jawa Barat dan ternyata saat ini untuk melakukan perpanjangan SIM kita tidak perlu melakukan di tempat dimana SIM tersebut diterbitkan. Jadi, dalam kasus saya ini, saya tidak perlu melakukan perpanjangan SIM di Polresta Banjarbaru. Terimakasih kepada Polri yang selalu berbenah diri dan mengikuti perkembangan teknologi dalam pelayanannya.. 🙂

Syarat mutlak kita dapat melakukan perpanjangan SIM dimana saja adalah: kita telah memiliki e-KTP (bila kartu e-KTP belum punya karena menunggu blangko dapat diganti dengan Surat Keterangan pengganti e-KTP) dan Polres tempat kita mau perpanjang telah online. Daftar Polres di seluruh Indonesia yang telah online dapat dilihat di website Korlantas Polri di sini. Sebagian besar Polres di seluruh Indonesia sudah online, jadi jangan khawatir bagi Anda yang sering-sering pindah domisili (seperti saya hehe..)

Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan perpanjangan SIM adalah:

  1. Jangan sampai melewati tanggal masa berlaku SIM Anda, karena telat 1 hari pun kita diharuskan melakukan prosedur pembuatan SIM Baru. Sebaiknya perpanjangan SIM dilakukan maksimal 14 hari sebelum tanggal masa berlaku SIM habis.
  2. Persiapkan dokumen-dokumen berikut: 2 lembar copy KTP, 2 lembar copy KK (sebaiknya SIM juga dicopy untuk jaga-jaga)
  3. Datang ke Polresta Depok, atau dapat juga di outlet SIM Keliling. Pelayanan SIM di Polresta Depok dilayani dari pukul 08.00 sampai dengan 12.00.
  4. Datang ke Ruang Pemeriksaan Kesehatan, letaknya di dekat tempat foto copy. Di meja pendaftaran akan diminta copy KTP & copy KK  masing-masing 1 lembar, SIM Asli dan biaya pemeriksaan kesehatan sebesar Rp. 25.000. Setelah urutan kita tiba, kita dipanggil untuk diperiksa tekanan darah, test buta warna dan tes baca. Selanjutnya kita akan dikasih formulir hasil pemeriksaan kesehatan yang selanjutnya kita bawa ke Tempat Pendaftaran dan Pembayaran.
  5. Datang ke Tempat Pendaftaran dan Pembayaran, letaknya tidak jauh dari Ruang Pemeriksaan Kesehatan. Di sini kita serahkan formulir hasil pemeriksaan kesehatan dan kita diminta lagi copy KTP & copy KK masing-masing 1 lembar. Selanjutnya di sini kita membayar biaya perpanjangan SIM dan biaya premi asuransi kecelakaan. Biaya perpanjangan SIM sesuai golongan SIM kita, SIM A sebesar Rp. 80.000 dan biaya premi asuransi sebesar Rp. 30.000. Masa berlaku Asuransi tersebut selama 5 tahun (sama dengan masa berlaku SIM). Pembayaran dilakukan secara tunai. Di sini kita di beri 1 map yang berisi: Blangko pendaftaran (untuk kita isi sendiri, ada contoh pengisian di ruangan dalam), copy KTP & KK yang kita serahkan tadi, SIM lama asli kita dan Kartu Asuransi. asuransi.jpg
  6. Datang ke Loket Pendaftaran di gedung bawah. Setelah blangko kita isi lengkap serahkan lengkap dengan map nya, kecuali kartu asuransi kita simpan/bawa pulang sebagai persyaratan klaim asuransi (bila suatu saat klaim). Selanjutnya kita diminta menunggu di Ruang Tunggu untuk menunggu antrian dipanggil ke Ruang Foto.
  7. Setelah tiba antrian, nama kita akan dipanggil untuk masuk ke Ruang Foto. Di sini Petugas sekali lagi akan memverifikasi data-data kita, setelah sesuai kita akan diambil data sidik jari, foto dan tanda-tangan. Jadi, sebaiknya persiapkan dengan memakai pakaian terbaik dan senyum termanis 🙂 Setelah selesai foto kita diminta keluar lagi menunggu di Ruang Tunggu untuk menunggu SIM kita selesai di cetak.Ruang Tunggu
  8. Beberapa saat kemudian nama kita dipanggil sekali lagi untuk mengambil SIM yang telah selesai dicetak.
  9. Selesai, cepat dan tidak berbelit-belit, khan? Dari proses 4 sampai dengan 8 di atas, saya tidak memerlukan waktu sampai 60 menit! Padahal antrian cukup banyak. Biaya yang dikeluarkan juga biaya resmi semua, yaitu Rp. 25.000 (pemeriksaan kesehatan), Rp. 80.000 (perpanjangan SIM A) dan Rp. 30.000 (asuransi kecelakaan). Total Rp. 135.000,-

Semoga pelayanan publik lain (misalnya e-KTP) dapat mencontoh pelayanan seperti ini, cepat dan tidak berbelit-belit.  Sebagai contoh, sudah 4 bulan kartu e-KTP saya belum dapat dicetak dengan alasan blangko kosong. Entah benar atau tidak alasan tersebut, seyogyanya masyarakat mendapat pelayanan yang cepat dan tidak berbelit-belit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s