Pengalaman membuat SIM C di Polresta Palangkaraya

Akhir Januari 2010 adalah batas akhir masa berlaku SIM C punya saya dan istri (kebetulan tanggal lahir kami berdekatan). Untuk memperpanjang SIM C tentunya harus dilakukan di polres tempat mengeluarkan SIM tadi (dalam hal ini Polres Gunungkidul). Kebetulan domisili kami sekarang di Palangkaraya Kalimantan Tengah.  Masalahnya, biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk pulang kampung tidak sedikit, rugi kalau pulang kampung hanya untuk memperpanjang SIM. Menunggu jadwal mudik juga masih lama, bagaimana kalau sewaktu-waktu ada razia satlantas di jalan? tentu akan kena tilang.

Untuk itu tentu akan lebih bijaksana apabila membuat SIM di sini aja (dengan konsekuensi harus membuat KTP lokal). Hal ini bukan suatu masalah besar.

Setelah proses administrasi membuat KTP kota Palangkaraya selesai akhirnya saya datang ke Polresta Palangkaraya di Jalan Cilik Riwut KM. 6. Ternyata di situ saya mendapatkan keterangan bahwa SIM C yang lama bisa diperpanjang di Polresta Palangkaraya dengan catatan SIM lama harus dipindah berkas dari Polres Gunungkidul ke Polresta Palangkaraya. Kami juga dapat penjelasan walaupun SIM sudah mati asalkan masih di bawah 1 tahun masih bisa diproses. Ternyata bukan hanya kendaraan bermotor yang dapat dimutasikan, tetapi SIM juga.. 🙂  Daripada harus membuat SIM baru (biaya lebih mahal dan ada berbagai ujian segala macam) mendingan kami mutasikan seperti saran Bapak petugas yang ramah. Untuk mutasi SIM dari Polres Gunungkidul ke Polresta Palangkaraya  yang harus disiapkan adalah:

  1. Fotocopy KTP Palangkaraya
  2. Fotocopy SIM lama

Dokumen tersebut kami kirim ke Gunungkidul menggunakan jasa TikiJNE  ditujukan kepada famili yang ada di sana. Singkat kata 1 minggu kemudian berkas mutasi SIM tersebut selesai dan nyampai di Palangkaraya.

1. Senin, kami datang ke Polresta Palangkaraya dengan membawa:

  1. Berkas mutasi asli dan foto copy
  2. SIM lama Asli
  3. Surat Keterangan Sehat dari Dokter/Puskesmas

Dan diajukan ke Loket Pendaftaran yang dijaga oleh petugas yang ramah (jauh dari kesan galak/arogan). Dari bapak petugas yang ramah ini kami mendapat penjelasan berhubung SIM kami mati sudah melebihi 14 hari, maka kami harus ikut ujian teori saja. Kami diberi nomor pendaftaran untuk ujian teori esok harinya. Dari loket ini tidak dipungut biaya..

2. Esok harinya (Selasa siang) datang lagi untuk mengikuti Ujian Teori. Ternyata yang mengikuti ujian teori cukup banyak. Sistem ujian teori berbeda dengan saat pertama kali saya membuat SIM dulu. Sekarang bukan soal tertulis lagi, tapi menggunakan audio visual. Artinya soal sebanyak 30 buah tertayang satu-satu dilayar, kita tinggal memilih jawaban yang tepat di tombol di depan meja masing-masing peserta ujian. Tombol ini langsung terhubung ke server komputer penguji dan di akhir ujian nilai masing-masing peserta langsung tertayang di layar. Untuk lulus dari ujian teori ini maksimum 6 jawaban salah yang kita buat.  Lebih dari itu kita diberi kesempatan untuk mengulang di kesempatan berikutnya. Alhamdulillah saya dapat score 26 (4 salah) dan istri 27 (3 salah), artinya keduanya lulus, hehe.. Setelah pengumuman dan dinyatakan lulus kita diberi nomor pendaftaran untuk foto SIM keesokan harinya. Dari proses ini tidak dipungut biaya, alias gratis.

3. Rabu, kami datang ke Polresta lagi untuk sesi foto. Sebelumya kita harus membayar ke loket pembayaran terlebih dahulu. Kita diminta membayar sesuai dengan ketentuan yang berlku, yaitu Rp. 60.000. Dari sini langsung ke ruangan foto, langsung difoto dan diberitahu siang SIM sudah bisa diambil. Dari proses ini tidak ada ditarik biaya ekstra.

    Siang harinya kami datang untuk mengambil SIM dengan menyerahkan nomor pengambilan SIM di Loket Pengambilan. Dilayani oleh petugas yang ramah dan tidak dipungut biaya lagi.

    Dari proses yang dijalani semuanya berjalan dengan lancar dan tertib, sesuai dengan aturan yang berlaku. Pelayanan ramah dan tertib sesuai dengan tulisan-tulisan yang mereka pasang di Polresta Palangkaraya. Jadi sesuai dengan aturan yang tertulis kami hanya mengeluarkan biaya Rp.60.000 per SIM C. Mungkin kalau lewat jalur calo/pintas biaya yang dikeluarkan akan berlipat-lipat..

    Betapa indah dan nyaman apabila semua proses birokrasi yang kita jalani tidak berbelit-berbelit dan sesuai aturan..

    Salut untuk Polresta Palangkaraya.. 🙂