Algoritma Sederhana

Menurut Kamus Webster, algoritma adalah serangkaian aturan tertentu yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah. Biasanya algoritma secara luas digunakan dalam menyelasaikan suatu komputasi matematik. Dengan membuat algoritma tersebut maka langkah penyelesaian suatu masalah yang paling rumit pun akan lebih mudah.

Namun begitu pula dalam masalah kehidupan sehari-hari, tentu akan lebih mudah dijalani/diselesaikan apabila kita sudah membuat algoritmanya sebelumnya. Sejak dulu saya memang suka merencanakan suatu kegiatan yang akan dihadapi/dijalani. Misalnya: kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dijalani pada saat akhir pekan, rute perjalanan yang akan diambil apabila akan pergi ke suatu tempat, dan lain-lain. Dengan menyusun rangkaian kegiatan-kegiatan tersebut maka diharapkan saya akan lebih mudah menjalaninya. Akan sangat menyenangkan apabila semua rangkaian kegiatan yang sudah saya susun tersebut berjalan sebagaimana mestinya, dan betapa menyebalkan apabila ada salah satu kegiatan meleset dari apa yang telah direncanakan sebelumnya sehingga akan membuat kacau kegiatan lainnya. Walaupun biasanya saya juga memasukkan item ‘alternatif 1 dan atau alternatif 2’ untuk  salah satu item yang meleset, tetap saja akan sangat menyebalkan apabila alur utama algoritma meleset.

Sebagai contoh, pada suatu akhir pekan beberapa saat yang lalu, saya membuat suatu algoritma sebagai berikut:

07.00 – 9.00 : Jogging santai di lapangan (sebagai pemanasan untuk olah raga siangnya)

10.00-12.00 : Nyuci, bersih-bersih rumah, dan sejenisnya

14.00-16.00 : Latian tenis (alternatif 1: ziarah ke Sekumpul, apabila latihan tenis batal)

Semuanya lancar seperti yang direncanakan, namun pada saat waktu latihan tenis ternyata pelatih tidak datang tanpa konfirmasi sebelumnya. Sudah ditunggu 1 jam ternyata tetap tidak datang, sementara hp-nya tidak diaktifkan. Dengan memendam hati dongkol pada pelatih tenis (yang sudah dibayar penuh dimuka) saya meninggalkan lapangan tenis dengan membawa beberapa implikasi pahit berikut:

1. Jogging pagi yg mestinya bisa dimaksimalkan apabila sudah tau sebelumnya kalau latian tenis batal, tidak dilakukan.

2. Ziarah ke Sekumpul yg mestinya dapat dilaksanakan pada jam latihan tenis apabila sudah tau sebelumnya kalau latian tenis batal, tidak dilaksanakan.

Dah cukup banyak serangkaian kegiatan yang sudah disusun rapi namun berantakan akhirnya, akibat ketidaktepatan salah satu atau beberapa item di dalamnya. Kejadian terakhir baru terjadi kemarin pada salah satu acara di Palangkaraya. Umumnya penyebab ketidaktepatan itu adalah sulitnya menemukan orang yang benar-benar bisa menjaga janji atau komitmennya. Saya sudah bosan untuk memasang hati dongkol dan memaki-maki (dalam hati) orang. Akan jauh terasa lebih enak di hati apabila kita ‘legowo’ dan berpikir positif dalam menyikapinya.

Memang sungguh sangat-sangat menyenangkan apabila memiliki teman yang benar-benar dapat menjaga janji atau komitmennya..