yang tidak pernah letih menyayangi

November 2, 2008

Pagi hari ketika bangun dari tidur malam langsung menghidupkan hp, ternyata ada beberapa pesan singkat masuk yang tertunda.

Diantaranya terdapat satu pesan singkat dari kakak di kampung halaman yang isinya menegaskan pembicaraan kemarin. Sebelumnya saat mudik terakhir kemarin ternyata Emak sedang merenovasi dapur, katanya ini adalah pesan dari mendiang Bapak saat semasa hidupnya dulu. Dulu saat masih hidup sudah jauh-jauh dirancang, setelah pensiun dari guru, sebagian uang pesangon akan digunakan untuk merenovasi dapur..

Sebagai anak yang berbakti sudah semestinya saya menawarkan bantuan dana untuk renovasi tersebut, bahkan sampai dua kali saya menawarkan. Emak menolak dengan alasan dana yang tersedia sudah cukup dan saya juga dalam beberapa bulan ke depan dituntut untuk menyiapkan banyak dana untuk persalinan anak ke-2 saya, jadi harus banyak-banyak menabung..

Subhanallah, betapa besar kasih sayang dan perhatian seorang ibu kepada anaknya..

Tapi kemudian isi sms kakak tadi mengungkapkan ternyata Emak sudah mulai mengeluh dengan biaya renovasi tadi, mungkin biayanya membengkak dari perhitungan semula.

Masyaallah.. Mana mungkin saya akan berdiam diri? Walau pun Emak pasti tidak akan ngomong masalah ini dengan saya, sudah seharusnya saya berbuat sesuatu.. Mana mungkin saya melihat orang yang selama hidupnya selalu menyayangi dan membesarkan saya sampai bisa seperti sekarang ini gundah gulana?

Walaupun hanya sekedarnya saya harap bisa sedikit meringankan beban mereka. Mereka tidak perlu tahu dari mana uang ini berasal, namun demi Gusti Allah SWT yang memegang jiwa ragaku, tidak sudi saya memberi nafkah/memberi sesuatu/mencukupi kehidupan saya dan keluarga dengan uang haram…

Walaupun harus banyak-banyak mengetatkan ikat pinggang saya sangat bahagia dengan ini semua..

Walau terkadang kepengen juga dengan kehidupan beberapa kawan yang keliatan ‘wah’ namun tidak sudi saya mengikuti mereka dengan cara-cara yang tidak wajar (meski peluang ada).. Harta tidak akan dibawa mati kawan..

Setiap kali mudik, Emak selalu menekankan hal ini. Carilah rezeki yang halal dan berkah.. Ya Allah, kuatkan selalu imanku dalam mengahadapi tipuan duniawi yang semakin memabukkan ini..

kagem Emak & (Alm) Bapak yang tidak pernah letih menyayangi anak-anaknya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s