Mumbai oh mumbai..

Belakangan ini ramai diberitakan serangkaian serangkaian serangan teroris di kota Mumbai India. Diberitakan suatu kelompok mujahidin menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Korban-korban mulai berjatuhan, mereka adalah:sebagian anggota teroris, sebagian pasukan anti teror India yang ditugaskan untuk menumpas gerakan itu, dan lainnya adalah orang-orang yang tidak berdosa yang tidak tahu apa-apa.

Apapun alasan dan motif dibalik serangan teroris tadi, membunuh orang-orang yang tidak berdosa, terutama anak-anak dan wanita adalah suatu tindakan pengecut, keji dan patut dikutuk sampai 7 turunan..!

Saya jadi teringat ketika berkunjung ke kota Mumbai ini pada bulan November 2006. Kotanya besar, padat, dinamis, hawanya panas (karena deket pantai), kumuh: pusat bisnis yang selalu sibuk..

Saya juga punya seorang kenalan, seorang pedagang asongan yang kami jadikan penunjuk jalan saat muter-muter kota Mumbai. Namanya Raaj, berasal dari negara bagian Rajastan yang merantau ke kota Mumbai untuk mengadu nasib. Mudah-mudahan dirimu dinaungi keselamatan, teman..

Berikut ini beberapa foto kenangan saat di kota Mumbai:

cepsi-58

cepsi-60

Iklan

Ponsel Kenangan, sebagian sekarang jadi Ponsel Jadul :)

Saat ini telepon seluler/hand phone adalah salah satu kebutuhan pokok kebanyakan orang. Perannya sudah menggantikan telepon tetap (telepon kabel) karena fleksibilitas, tarif layanan dan kemudahan memperoleh perangkat handset-nya..

Ponsel pertama saya miliki pada tahun 1999 saat masih menjadi seorang mahasiswa di sebuah PTN di Bandung. Ericsson T10 adalah ponsel pertama yang saya miliki yang waktu itu saya beli dalam kondisi second dengan harga Rp. 500.000. Bentuknya manis dengan lampu penanda sinyal yang berkedap-kedip, sangat keren terutama saat dikegelapan.

t10

Kartu pertama yang saya pakai waktu itu adalah Mentari dengan nomor 08152072328 yang saya beli dalam kondisi second juga.

mentari

Karena saya adalah tipe orang yang suka mencoba-coba hal yang baru maka beberapa waktu kemudian ganti dengan ponsel kedua yaitu siemens C35 dengan cara tukar tambah. Ponsel ini bentuknya unik dengan bodi berlekuk kayak keris, haha..

s35

Beberapa saat kemudian ditukar tambah lagi dengan ponsel ketiga yaitu siemens S35

s35i

Ponsel ini adalah salah satu ponsel impian dan favorit saya.. Fiturnya cukup lengkap pada waktu itu, saya terinsipirasi memiliki ponsel ini dari Dr. Priyono Sutikno, dosen saya, yang menggunakan S35. Sangat disayangkan pada saat mudik ke Yogya ponsel ini dicopet sekelompok pencopet di bus kota jalur 7.. 😦

Sekembalinya ke kota Bandung saya langsung hunting ponsel (bekas) lagi.. Akhirnya saya dapat ponsel keempat yaitu siemens S25. Ponsel ini merupakan versi lebih sederhana dari siemens S35. Sangat disayangkan ponsel ini terjatuh ke lantai ubin yang keras di kamar kost-an sehingga layarnya pecah. Untuk mengganti layarnya terpakasa harus merogoh kocek dalam-dalam yaitu 150 rebu rupiah.. 😦

s25

Pada akhir tahun 2000 saya berkesempatan berperan serta menjadi surveyor pada suatu proyek yang dilakukan antara PT SUCOFINDO – PERTAMINA – dan kampus saya. Wilayah cakupan tim kecil kami adalah Tasikmalaya dan sebagian Bandung. Hal yang masih membekas dalam ingatan adalah ketika mendatangi lokasi survei di kawasan pondok pesantren milik Abah Anom. Dari hasil menjadi seorang surveyor tersebut saya akhirnya untuk pertama kali berhasil membeli ponsel (baru..!) yang merupakan ponsel kelima saya, yaitu simens c45. Bentuknya kecil, bahkan saya jadikan kalung saat sedang bertugas di lapangan..

c45

bersamaan dengan itu kartu perdana yang saya pakai juga ganti dengan kartu kedua yaitu Simpati dengan nomor 0812-212-1478 yang saya beli dalam kondisi second dengan harga sekitar 180 ribu-an (waktu itu harga kartu perdana masih mahal, bahkan second-nya..!).

Kemudian karena suatu keperluan (biasa, namanya ja anak kost, hehehe..), ponsel tadi terpaksa saya lego dan kemudian ganti dengan ponsel lain ( back to second, 😀 ), yaitu ponsel keenam saya siemens M35 warna kuning ngejreng.. 😛 . Fiturnya sih hampir sama dengan siemens C35, hanya beda casing doang dan tanpa antena eksternal.

m35

Bersamaan dengan itu kartu perdana yang saya pakai juga diganti lagi dengan kartu ketiga yaitu kembali lagi ke Mentari dengan nomor 0816-420-8145 yang saya beli dalam kondisi second dari salah seorang pegawai hotel Casa D’ La Dera dekat kost-an saya di daerah Cipaku. Ponsel ini cukup lama saya pakai, kira-kira sampai bulan Mei 2004 pada saat saya menjalani tugas On The Job Training di Banjarmasin. Pada saat iseng-iseng melihat suatu counter ponsel saya tergoda untuk tukar tambah dengan ponsel Nokia 8310. Fiturnya tergolong lengkap dengan casing yang dapat diganti-ganti dan sudah dilengkapi dengan radio FM. Inilah ponsel ketujuh saya yang merupakan ponsel Nokia pertama yang saya miliki.

no8310

Sayangnya karena sampai ke tempat saya sudah melalu banyak tangan ( 😀 ), beberapa bulan saya pakai ponsel ini mulai terjangkiti penyakit, yaitu speakernya mati. Setelah saya perbaiki akhirnya ponsel ini saya lego dan ganti dengan ponsel layar berwarna pertama yang merupakan ponsel kedelapan saya, yaitu sony ericsson T230 yang saya beli dalam kondisi baru (maklum karena dah punya gaji sendiri.. 😀 ). Bersamaan ini saya kembali ganti kartu perdana, kali ini adalah kartu AS yang baru pertama kali di-launching oleh Telkomsel. Kartu keempat saya ini bernomor 0852-493-00941

t230

Selanjutnya saat menjalani training di Padang, tepatnya pada tanggal 08 Juli 2005, saat berjalan-jalan di mall terbesar di kota itu (namanya apa ya? lupa sih, hehehe..) saya tergoda lagi untuk mencoba ponsel dari motorola. Inilah ponsel kesembilan yang merupakan ponsel motorola pertama (dan nampaknya yang terakhir), yaitu motorola C381. Fiturnya biasa-biasa saja, hanya ada satu yang membedakan dengan ponsel-ponsel lain yang pernah saya pakai, yaitu adanya alert penemuan jaringan GSM dan alert berulang sms/mis call yang belum terbuka. Karena ini saya sempat memperoleh pengalaman pahit karena teman sekamar saya yang merasa terganggu malam-malam selalu mendengar alert yang berulang ini..

mot-c381

Ponsel yang lama (sony ericsson T230) kemudian saya wariskan kepada adik ipar saya. Belum lama saya pakai, salah seorang teman sekantor sangat tertarik dengan ponsel ini dan setengah memaksa saya untuk menjualnya kepadanya. Ponsel ini berpindah tangan kepada teman saya (Bp. SM Djoewahir, sekarang sudah pensiun) dan sebagai gantinya saya mencoba untuk menggunakan PDA. Dari suatu iklan baris di surat kabar Banjarmasin Post saya akhirnya menemukan PDA HP Ipaq 6365 dari Bapak Jaya di Jalan Veteran Banjarmasin, tepatnya pada tanggal 14 Januari 2006. Inilah ponsel kesepuluh saya:

ipaq6365

Meskipun PDA ini saya pakai cukup lama (1 tahun 3 bulan) tetap saja saya kecewa dengan kinerja PDA ini, terutama masalah suara dan kameranya. Namun, salah satu titik penting dalam perjalan saya berponsel ria terjadi pada masa ini. Tepatnya, pada tanggal 15 Januari 20o6 saya beralalih ke kartu kelima saya, yaitu AS dengan nomor 0852-2073-9999. Ini adalah kartu terakhir saya (mudah-mudahan), karena bersamanya membawa beberapa keberuntungan buat saya.. 🙂 new_kartu_as_front

Akhirnya saya kembali lagi ke ponsel sony ericsson, tepatnya Z710. Bentuknya manis dan fiturnya sudah sangat memadai baik untuk konektivitas dan multimedia. Ponsel ini saya beli dalam kondisi baru pada tanggal 30 April 2007 di Oke Shop Banjarmasin. Inilah ponsel kesebelas saya:

sonyericsson-z710

Ponsel ini cukup lama saya pakai, yaitu 1 tahun 4 bulan. Tanggal 24 Agustus 2007 saya ganti ke ponsel nokia, yaitu smart phone N70 dan ponsel yang lama gantian dipake istri, hehehe.. Inilah ponsel kedua belas saya:

nokia-n70

Fiturnya sangat lengkap dan sangat memadai. Lagi-lagi karena teman kantor saya (bapak Mahmud di PLTD TS) meminati ponsel saya dan mendesak pengen menggantikannya maka ponsel ini akhirnya berpindah tangan. Kenapa ya saya selalu ga tega bila ada yang meminta? 🙂  Jadi, tepat 1 tahun saya menggunakan ponsel N70.

Inilah ponsel ketiga belas saya. Dialah Sony Ericsson C702 yang saya beli tepat pada ulang tahun ke-2 anak pertama saya, 07 agustus 2008:
c702

Fiturnya sangat lengkap dan sudah dilengkapi GPS (hal inilah yang mendasari kenapa saya memilihnya). Fitur ini sangat bermanfaat bagi saya, karena kadangkala harus dipakai saat melakukan survei di lapangan. Ponsel ini saya pakai sampai dengan bulan Agustus 2009 (jadi 1 tahun ya) dan karena ponsel istri rusak maka gantian C702 ini dipakai istri, saya mengalah pakai ponsel ‘jelek’ saja, yaitu Nokia 5000:

nokia-5000-00inilah ponsel keempat belas

Belakangan seiring dengan intensitas pemakaian sms dan telp yang meningkat pesat  ternyata ponsel ini merasa kewalahan, untuk itu dengan agak terpaksa harus segera dipensiunkan dan diganti dengan ini:

nokia-e71-02 Nokia E71, ponsel kelima belas, resmi saya pakai sejak tanggal 15 September 2009 dan ternyata umurnya ga nyampe genap 1 tahun.

Insya Allah nomor HP 0852 2073 9999 masih tetap akan dipakai, ga akan ditinggalkan. Walaupun banyak teman yang beralih ke kartu Halo (pra bayar lainnya) atau Simpati yang katanya lebih keren namun saya tidak tergoda, sudah hampir 4 tahun saya bersamanya dan agaknya dia memang mendatangakan keberuntungan bagi saya, ponselnya boleh berganti-ganti, tapi nomornya satu aja hehe..

Coba kalau kita buat perhitungan sederhana berikut:

0+8+5+2+2+0+7+3+9+9+9+9+9 =63

6+3=9 6*3=18 1+8=9

0*8*5*2*2*0*7*3*9*9*9*9= 22044960   ( angka 0 tidak dimasukkan dalam perkalian)

2+2+0+4+4+9+6+0=27

2+7=9

2*2*0*4*4*9*6*0=3456

3+4+5+6=18        1+8=9

3*4*5*6=360

3+6+0=18     1+8=9

3*6*0=18

1+8=9

Dengan cara perkalian dan penjumlahan apapun pasti hasil akhirnya ketemu angka 9 dan agaknya angka 9 ini angka keberuntungan buat saya (wallahu alam, hehehe..)

Ponsel Impian:

nokia-e90

Dulu Nokia E 90 adalah ponsel impian saya.. Saya juga tidak tertarik menggunakan  Blackberry, bagi saya kebanyakan orang memakai  BB hanya untuk gengsi aja. Menurut saya BB terlalu mahal kalau cuman untuk gengsi saja..

So, ponsel impian bagi saya adalah:

  • bentuknya elegan dan ergonomis
  • fungsi multimedia dan office mumpuni
  • fungsi internet handal
  • harga terjangkau ..!! 😀

Pokoknya seperti laptop saya (Dell Vostro 1310) dalam bentuk mini..

Selama belum ketemu, kita nikmati dan syukuri yang sudah ada ajah.. 🙂

Last Update:

Saat ini saya mempunyai 2 buah ponsel: Nokia E90 Black BM dan Samsung E2152..

Dengan berbagai pertimbangan, Nokia E90 tsb lebih banyak saya musiumkan n dijadikan koleksi aj, dipake untuk menyimpan foto2 pesawat terbang kegemaraan Rio n sesekali dinyalakan apabila dia ingin melihat foto2 pesawat kesayangannya.. 🙂

Sehari-hari saya pake samsung ini: bener-bener hp yang kuat..!! Saya test hp ini kuat selama 5, 5 hari, dg pemakaian tiap hari: telp, sms, opera mini dengan intensitas normal. Fiturnya standar namun sudah lebih dari cukup. Penggantian modus antar sim card juga gampang..


( note: sebagian besar foto ponsel di atas diambil dari http://www.gsmarena.com, dan beberapa dari sumber lain di internet)

 

 

 

 

 

 

Koleksi Ponsel:

Sampai dengan saat ini (last update Desember 2014) ponsel yang saya miliki (dipakai sehari-hari dan koleksi) adalah:

  1. Nokia 8310  (kondisi 60%)
  2. Nokia E90 (kondisi 99%, casing ganti new ORI)
  3. Nokia Lumia 1320 (kondisi 99%)
  4. Sony Ericsson C702 (kondisi 70%)
  5. Blackberry 8220 (Kick Start/flip, kondisi 99%, NEW dari Malaysia)
  6. Blackberry 8520 (Gemini, kondisi 85%)
  7. Blackberry Q1o (kondisi 90%)
  8. Samsung C3520 (flip, kondisi 98%)
  9. Samsung Galaxy S4 (kondisi 90%)
  10. Iphone 4s (kondisi 90%)
  11. Xiaomi Redmi 1s (Dual SIM, layar LCD retak)
  12. HTC Desire 816 (Dual SIM, kondisi 99%)

Semua lengkap full set karena memang dibeli secara legal dan resmi, kalau ada pembaca yang berminat dengan salah satu koleksi saya di atas? Silakan tinggalkan pesan 🙂

 

Masih banyak yang peduli

Ternyata masih banyak orang yang peduli dengan sesama. Selama ini lebih banyak saya lihat orang-orang yang hanya mementingkan diri sendiri dan keluarganya saja. Untuk mendapatkan apa yang diinginkannya mereka akan melakukan dengan cara apapun. Sikut kiri-kanan, gasak kiri-kanan, dan seterusnya, tidak mau peduli lagi dengan apapun di sekitarnya..
Beberapa malam yang lalu selepas pulang dari kantor saya langsung mampir di warung Bakmi Jawa di kawasan Kayutangi, dekat kampus UNLAM Banjarmasin. Seperti biasanya malam itu warung penuh dengan pengunjung. Beberapa lama kemudian saat menyantap bihun godog pesanan, saya melihat ada dua orang anak perempuan lagi mengamen. Kira-kira umurnya 9 tahun lah. Tiba di meja ke-2, kedua anak itu dipanggil seorang lelaki muda, kemungkinan ditanya sudah makan belum dan mau ga dibelikan makanan (karena saya ga bisa mendengar secara jelas percakapan mereka).
Agak lama juga mereka menunggu (tidak meneruskan ngamen-nya lg) dan beberapa saat kemudian pelayan datang memberikan satu kantong kresek besar berisi beberapa bungkus makanan. Melihat dari ukuran kantong kreseknya kira-kira ada 8 bungkus makanan. Dua pengamen kecil itu lalu disuruh langsung pulang oleh pemuda tadi..
MasyaAllah, sungguh budiman pemuda itu. Berapa besar uang yang dikeluarkannya untuk semua itu karena harga makanan di tempat itu relatif tidak murah.. Apakah dia orang yang begitu kelebihan uang sehingga begitu mudahnya mengeluarkan untuk itu semua??

Malam selanjutnya seperti biasanya saya mampir makan dulu, kali ini di warung malam di sekitar perempatan Pasar Lama.
Di sepanjang jalan itu berjejer banyak warung makan yang buka hanya pada waktu sore-malam hari. Umumnya menunya sama, yaitu nasi kuning/biasa dengan lauk dendeng, daging, ayam, telur, ikan haruan , telur setengah matang dan aneka wadai/jajanan. Saya memilih satu warung yang cukup ramai, ternyata di ujung kursi ada seorang nenek-nenek tua yang sedang duduk menghadap segelas teh manis hangat. Beberapa saat kemudian saya lihat ada seseorang (lagi2 pemuda..!) mendatangi nenek tada dan menanyakan koq ga makan dan mau ga dipesankan makanan. Nenek tadi hanya sedikit menjawab menyatakan keengganannya (mungkin karena malu). Pemuda budiman tadi terus mendesak, bahkan langsung mengambilkan satu bungkus nasi pundut dan menyerahkan ke nenek tadi.. !
Masya Allah.. ternyata masih banyak orang-orang di sekitar kita yang baik hati dan peduli dengan orang-orang di sekitarnya.
Andaikata dunia ini dipenuhi oleh orang-orang seperti kedua pemuda tadi pasti akan tercipta kehidupan di dunia ini yang penuh kedamaian, kerukunan dan kebahagiaan..
Mudah-mudahan.

gara-gara wiro

Gara-gara wiro sableng jam segini belum tidur. Padahal jam 5.45 dah harus bangun. Berarti cuman tidur 4 jam aj dong.. 😦
Semua gara-gara serial wiro sableng yg emang sangat mengasyikkan. Malam ni dah selesai episode ‘Cinta Tiga Ratu’.. Besok lg ah.. 😀

susahnya cari duit..

November 12, 2008

Hari ini saya dapat komplain dari dua buah rekanan yang mengikuti proses pelelangan barang&jasa di tempat kerja saya. Mereka protes kenapa digugurkan di tahap pra qualifikasi, sedangkan di tempat lain mereka selalu lolos.

Saya coba jelaskan, sesuai tugas dan tanggung jawab saya, bahwa ada suatu sistem penilaian tertentu yang harus diikuti dalam proses ini. Jadi, masalah gugur-menggugurkan bukan masalah suka/tidak suka terhadap rekanan tertentu, tetapi berdasarkan kompetensi perusahaan ybs terhadap proses yg sedang berlangsung.

Boleh jadi dia kompeten untuk pengadaan barang&jasa A, tetapi belum tentu untuk pengadaan barang&jasa B, begitu seterusnya..

Saya sangat memahami bahwa mereka mencari makan (untuk semua orang yg terkait dengan-nya) dari sini, namun juga harus dipahami bahwa aturan harus tetap dijalani..

Sejujurnya, kl mau secara ketat menerapkan aturan akan banyak sekali proses yang terkendala. Namun setidaknya, minimal secara garis besar dan konsep, aturan harus tetap dijalani..

Memang, susahnya mencari makan..

note: WLN, Anda pasti setuju dengan kalimat terakhir.. 😀

how a bad weekend

November 10, 2008

Benar-benar weekend yang menyedihkan..

1. MU kalah dari Arsenal 1 – 2
2. Kepala pening sepanjang hari Minggu
3. HP secara ga sengaja kena Master Reset ! ,

data:pesan, kontak, foto, video, posisi GPS tersimpan, dll hilang tak berbekas..

Memang kata orang apes tu datangnya berurutan.. 😦

memori SO7 1999..

November 10, 2008

Dalam seminggu ini saya dua kali mendengar lagu-lagu dari album pertama Sheila On Seven (SO7). Pertama, saat meminjam film di pesewaan video Ezzy di Martapura. Kemudian yang kedua di kost-kostan teman di Banjarmasin.

s07

Mendengar itu semua saya jadi teringat kenangan saat menjalani Kerja Praktik Industri di Balai Yasa PT Kereta Api Indonesia Yogyakarta selama 1 bulan tahun 1999 silam. Saat itu SO7 baru aj masuk dapur rekaman n baru mulai meretas karir di dunia musik indonesia.Lagu-lagunya mulai sering diperdengarkan radio-radio swasta kota Yogya, kota kelahiran SO7, terutama lagu ‘Dan’ dan ‘Kita’..

Teringat memori manis saat Kerja Praktik bareng temen-temen dulu (Kuswadi, Natas, Rudi, Seno: bgmn kabarmu skrg teman?), kemarin saya langsung datang ke toko kaset di Jl. Hasanudin Banjarmasin untuk mencari cd album pertama SO7 tersebut. Walaupun album lama (1999), alhamdulillah toko tersebut masih memiliki stok-nya.

Akhirnya dua hari belakangan ini lagu-lagu:

1. Tertatih 2. Kita 3. J.A.P. 4. Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki 5. Pede 6. Dan 7. Terlintas 2 Kata 8. Berai 9. Bobrok 10. Perhatikan, Rani !

menemani perjalanku pp Rumah Banjarbaru – Kantor Banjarmasin..Thx SO7..Mudah-mudahan sukses selalu untuk kalian..  🙂